Sunday, 27 December 2015

What's on 3rd Semester in medical student's life?

Hello you guys! Lama absen dari blog..
Sebelumnya, aku mau ucapin dulu Merry Christmas untuk yang merayakan.. dan juga Selamat Hari Maulid Nabi untuk yg merayakan.. Udah liburan semester ya tentunya.
Nah kali ini, aku mau sharing tentang apa saja yang dipelajari mahasiswa FK semester 3 di kampusku. Semester ini terasa berbeda karena kita sudah belajar tentang penyakit lho! Check this out!

1. Blok Siklus Hidup
Blok pertama di semester 3 ini adalah Blok Siklus Hidup. Biasa disingkat 'siklus'. Dari namanya, kita sudah bisa membayangkan apa saja yang akan dipelajari. Yep, kita belajar tentang siklus hidup seorang manusia, mulai dari masa pembuahan (janin dalam rahim) hingga tua, juga diajari penyakit yang biasanya timbul di tiap rentang usia. Dari 3 blok di semester 3 ini, blok inilah yang paling saya sukai (hehe berhubung punya impian jadi dokter anak) ^.^
Di blok ini pula, saya dapat banyak pengalaman hidup.
 Dosen saya yang mengajar tentang perkembangan bayi dalam rahim mengatakan, "Dalam proses pembentukan janin, adalah masa-masa yang paling berisiko. Untuk itu, bersyukurlah jika kalian bisa terlahir dengan anggota tubuh yang lengkap." 
Hm.. quote yang sangat 'ngena' di hati para mahasiswa saat itu.
Skills lab di blok siklus hidup ini termasuk lumayan mudah : mengukur grafik BMI (body mass index) anak, mengisi KMS (penilaian status gizi), pengisian KPSP (menilai perkembangan anak), dan grafik penilaian untuk lansia *lupa namanya*

2. Blok Hematologi
Kami adalah sel darah!!
Blok ini khusus belajar tentang darah! Menurut saya, teori darah termasuk lumayan mudah.. tapi skills lab nya termasuk SUPER! Ujian ada 3 : teori, praktikum, dan skills lab.
Ujian praktikum masih termasuk lumayan - kita diajari mengenali sel-sel darah. Ada eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), trombosit.. dan juga kelainan bentuknya. Ada yang gepeng, bentuk oval, intinya kayak headset... Masih belum cukup pusing? Ada musuh yang harus dikenali..dengan kata lain, kalian akan bertemu lagi dengan mata kuliah Parasitologi di sini (sebelumnya kalian pernah belajar di Biomedik 3, jika itu sudah susah, ini lebih dewa lagi!). Makanya buku Parasitologi UI yang biru itu jangan langsung diloakkan ya selepas lulus Biomedik 3.
Untuk ujian skills lab jauh lebih seru. Kita diajari cara mengambil darah yang benar. Iya, kayak para petugas lab itu! Ujian menggunakan boneka. Jika sudah lulus ujian ambil 'darah' boneka, kalian diperbolehkan mengambil darah teman kalian sendiri! ^.^
Selain itu, ada ujian pemeriksaan darah rutin (terdiri dari 5 station). Darah teman kalian (atau darah kalian sendiri) yang sudah diambil tadi akan diperiksa. Mulai dari jumlahnya, kecepatan mengendap, berapa leukositnya, dsb. Wkwk sekalian cek kesehatan gratis nih..
Apa? Takut jarum? Jangan khawatir. Jika memang tidak memungkinkan untuk diambil darah, dosen menyediakan sampel darah. Jangan lupa pake sarung tangan ya saat bekerja dengan darah :D

3. Blok Sistem Imun dan Infeksi
Masih belum puas dengan Hematologi? Nah, blok imun ini lanjutannya!
Perkenalkan, kami adalah 'tentara' tubuh kalian XD
Di sini kalian akan berkenalan lebih jauh dengan gerombolan leukosit (sel darah putih) yang sempat dibahas sedikit di Hematologi. Mereka ini jenisnya macam-macam, kerjanya pun canggih! Mereka inilah yang menjaga tubuh kita dari serangan virus, bakteri, cacing, dan segala macam kuman.
Selain cara kerjanya, kita juga belajar mengenai kelainan di sistem imun. Kenapa terkena HIV bisa mudah sakit? Kenapa kok saya makan ikan trus jadi gatal? Nah semua pertanyaan itu terjawab di blok ini.. dan kita juga belajar cara mengobatinya.
Kalau di hematologi, kebanyakan dari kita 'habis terbantai' di skills lab, nah sekarang malah kebalikannya.. kami 'dibantai' di ujian teori! XD
Skills lab blok ini termasuk mudah : menyuntik. Namun begitu, tetap saja tak bisa dianggap enteng. Jumlah yang remedial cukup banyak saat itu.

Nah bagaimana? Sudah cukup mendapat gambaran? Patut diingat.. mulai semester 3 ini kalian akan terus bertemu dengan yang namanya OBAT. Bersiaplah menghafal nama-nama obat, efek samping, dan dosis. ^.^
Ada yang sudah takut duluan? Tenang, asalkan belajar dengan rajin, mohon bimbingan Tuhan, tentunya 3 blok ini bisa dilewati. Amiin.

Happy holiday guys!!

Friday, 30 October 2015

The Oasis Is Where the Books (and Stuffs) Are

Tulisan ini saya buat untuk lomba blog writing Gramedia Oktober 2015

Sebagai mahasiswa, apa yang paling kita sering bawa waktu kuliah? Selain HP dan sekumpulan gadget lain tentunya.
Ya, buku catatan, textbook, alat tulis.. *mungkin ada yang bisa sebutkan lainnya*

Sebagai seorang mahasiswa yang kuliah di jurusan terbilang 'unik' dan 'bayar mahal', kebutuhan saya sebagai mahasiswa FK memang cukup banyak. Paling sering dikeluhkan adalah textbook (buku teks). Mau pinjam perpus, keburu habis diserbu mahasiswa lainnya. Nunggu bukunya dikembalikan, tugas keburu deadline. Download ebook..sayangnya seringkali bayar, pakai dollar pula. Jadi, pilihan terbaik daripada rebutan buku di perpustakaan atau beli buku teks luar yang harganya lumayan membuat kantong mahasiswa jebol, saya lebih memilih beli textbook sendiri.

Kedua, yang paling setia menemani textbook (setelah hand-out catatan dosen) tentunya adalah buku catatan pribadi. Mau praktis? Bisa sih, langsung coret saja di buku teks. Tapi kalau beli bukunya saja mahal, apakah Anda rela mencoretinya dengan segala macam catatan dan gambar doodle jika tengah bosan? Pilihan paling oke adalah sediakan buku catatan. Ini juga bermanfaat karena kalau mencatat di lembaran kertas tentunya akan mudah hilang.

Ketiga, alat tulis. Mulai dari pensil, pulpen, tipex, penghapus. Tentunya ini dipakai setiap kali ujian. Dan, karena buku textbook mahasiswa biasanya tebal, kami juga seringkali menempelkan post-it di beberapa halaman penting supaya tidak pusing mencari. Tak lupa juga kita 'mewarnai' buku kita dengan highlighter, biasanya waktu menjelang ujian.
Untuk mahasiswa yang memiliki mata kuliah menggambar-mewarnai, contohnya arsitektur, desain, dsb, tentunya butuh peralatan menggambar. Saya sendiri, meski dibilang 'anak kedokteran', tetap butuh buku gambar dan pensil warna untuk lab tertentu, dimana kita harus menggambar apa yang dilihat di bawah mikroskop lalu ditunjukkan hasilnya pada dosen.

Lalu, dimana saya bisa mendapatkan semua bahan itu?
Tentunya, lokasi terdekat adalah Gramedia.
Saya sering ke toko buku ini, untuk membeli kebutuhan kuliah saya (bahkan buku teks pun ada yang beli di Gramedia, khususnya buku obat). Lokasinya yang paling dekat kampus memudahkan saya saat kepepet..hahaha. Selain itu, harganya sesuai dengan kantong mahasiswa.

Ke Gramed cuma beli perlengkapan kuliah??
Oho, tentunya saya juga belanja buku. Paling sering beli novel, karena pilihan genre yang dijual lengkap, harganya juga lumayan irit di kantong. Saya juga suka beli fancy yang dijual di Gramedia. Kebetulan saya suka mengoleksi benda-benda bergaya 'vintage' dan pas sekali, banyak barang seperti itu yang dijual di Gramedia, bisa untuk menambah koleksi saya, atau dijadikan kado untuk teman yang berulang tahun.

Sebagai penutup, saya mengibaratkan kami (mahasiswa) sebagai gerombolan pengelana yang mengarungi gersangnya padang pasir kehidupan perkuliahan (tugas, project, lab, dsb) dan Gramedia seperti oasis (mata air) di tengah gurun, memberikan 'rasa segar' dengan layanan toko buku yang sangat lengkap untuk memudahkan kami dalam mencari bahan dan perlengkapan untuk kuliah, sekalian 'cuci mata' dengan buku-buku hiburan fiksi, non-fiksi, dan koleksi fancy.