Tuesday, 1 August 2017

Working Your Way On Through 5th Semester

Setelah inaktif berbulan-bulan, well..akhirnya hari ini bisa curi-curi waktu update blog yang terbengkalai selama setahun ini ^^  Topik yang akan kubahas kali ini adalah kegiatan perkuliahan di semester 5 FK.
Congratulations untuk kalian semua yang berhasil survive sampai sejauh ini, karena berjuang untuk mencapai titik ini tidaklah mudah.. dan *sedihnya* masih banyak kejutan blok menanti di depan kalian!

1. Blok Gastrointestinal
Image result for meme sakit maag
sakit mag pertama kali di FK, anyone?
Blok pertama kalian di semester 5 adalah tentang sistem pencernaan. Bila dilihat selintas, tampaknya jadwal blok ini cukup longgar ya..tidak sepadat blok-blok sebelumnya di semester 3 dan 4. Namun, hendaknya jangan terlena, karena kalian sudah mulai berurusan dengan proposal skripsi XD
Untungnya, pelajaran di blok ini terasa sedikit lebih mudah, karena penyakit GI tract cukup umum ditemukan dalam keseharian, dan saya rasa, hampir semua anak FK setidaknya pernah mengalami gangguan saluran cerna sekali selama berkuliah (?)

Materi yang dipelajari tentunya adalah ilmu dasar (anatomi, fisiologi, histologi), PA, farmakologi, IKA, dan gizi. Di blok ini, kita belajar mengenai penyakit pencernaan dari yang paling simpel (sariawan, sakit mag), hingga yang advanced seperti hernia, infeksi cacing, hemoroid (wasir), dan autoimun. Obatnya juga menurut saya termasuk simpel jika dibandingkan materi farmakologi di blok lainnya. Oh ya, blok ini terbilang cukup unik, karena dalam pleno, kita menggunakan bahasa Inggris! Namun, untuk sesi narasumber dan perkuliahan tetap diberikan dalam bahasa Indonesia.
Skills lab yang diujikan ada 3 macam: pemeriksaan fisik abdomen selama 12 menit dan rectal touche (colok dubur) selama 7 menit. PF abdomen akan dilakukan berpasangan dengan teman (sudah ditentukan dosen) dan RT menggunakan manekin.
Saya sarankan untuk berlatih skills lab, karena berdasarkan pengalaman, angkatan saya banyak yang remedial pemeriksaan fisik. Selain itu, *peringatan yang tak hentinya disiarkan oleh para dosen terus menerus* adalah jangan saling menyabotase selama ujian...dan JANGAN sekali-kali main kode dengan pasangannya, karena dapat berakhir dengan pengurangan poin atau remedial.

2. Blok Hepatobilier
Blok berikutnya setelah GI tract adalah Hepatobilier. Sesuai namanya, di blok ini kita belajar mengenai liver, empedu, dan pankreas. Lagi-lagi, berbahagialah kalian, karena jadwal blok ini juga lumayan longgar, sehingga bisa untuk curi-curi waktu mengerjakan proposal skripsi
Image result for meme hepatitis
karena nilai B sudah terlalu mainstream (?)
Blok ini, menurut saya, sedikit lebih njelimet dibandingkan GI tract, karena blok ini lumayan membahas biokimia. Seperti yang kita tahu, liver termasuk organ yang bekerja menetralisir berbagai macam obat, bahan kimia, dan bilirubin. Ilmu dasar masih terpakai di sini. Penyakit yang dibahas berkisar antara batu empedu, pankreatitis, hepatitis, perlemakan hati, infeksi mikroba, dan bayi kuning. Skills labnya merupakan kelanjutan dari skills yang belum sempat diujikan selama blok GI tract, yaitu pemasangan pipa nasogastrik (12 menit, kalau tidak salah), pemasangan kantong kolostomi, dan enema (7 menit).
Keunikan di blok ini adalah kasus ujian skills lab yang 'pelit kalimat'. Seperti biasa, kalian duduk di depan ruangan, dan di pintunya tertempel selembar kertas. Isi kertasnya adalah
"Seorang ibu X usia 30 tahun dibawa ke UGD oleh kakaknya karena pingsan dengan mulut berbusa. Lakukan tindakan yang tepat untuk pasien!"
Bel berbunyi, dan kita akan berhadapan dengan si penguji, yang berperan sebagai kakak si ibu X tadi. Nah, silakan interogasi sang 'Kakak'. Sialnya, kita tak bisa sembarangan menginterogasi sang penguji. Harus tajam dan terarah untuk menentukan apa diagnosis penyakitnya dan apa tindakan untuk menyelamatkan si ibu X. Untuk itulah, di blok ini, pertama kalinya kalian akan diajari cara anamnesis yang baik dan benar!

3. Blok Endokrin
Image result for diabetes mellitus
alat cek gula darah
Selamat, sebentar lagi liburan! Ini adalah blok terakhir di semester 5. Blok endokrin mempelajari tentang hormon...sehingga..yah, lumayan sering bertemu dengan biokimia XD Namun sebetulnya, bahannya tidak sebanyak itu, karena sebagian hormon sudah kita pelajari di blok GI tract dan Hepatobilier, sehingga di sini kita hanya mempelajari hormon lainnya yang belum sempat terbahas (adrenalin, tiroid). Penyakit yang dipelajari juga berkisar tentang kelainan hormon (insufisiensi adrenal, hipertiroid, hipotiroid, obesitas dan DM)
Image result for pen insulin
insulin pen
Skills lab yang diajarkan di blok ini juga cukup mudah, yakni pengukuran glukosa darah (pakai strip cek gula darah yang sering dijual di toko alat kesehatan), penyuntikan insulin untuk pasien DM, pemeriksaan kelenjar tiroid, dan edukasi DM. Namun, tetap saja harus belajar betul-betul, terutama untuk edukasi DM.

Meski kelihatannya edukasi DM itu hal gampang (selama 12 menit cuma ngoceh tanpa mengerjakan apapun), kita harus menjelaskan tentang diabetes sejelas mungkin dan selengkap-lengkapnya pada pasien. Kita harus jelaskan apa itu diabetes, apa sebabnya, gejalanya, pemeriksaan yang dilakukan, jenis obatnya, komplikasi jika tidak diobati, sampai ke jenis olahraga dan porsi makanan! Kita tidak diizinkan menggunakan bahasa kedokteran. Semuanya harus dijelaskan dalam bahasa sehari-hari (anggaplah penguji sebagai orang awam yang tidak tahu apa-apa mengenai diabetes), dan penggunaan takaran untuk porsi makanan pun sebaiknya tidak dalam gram (seperti misalkan di buku, karbohidrat untuk pasien DM dibatasi hanya 60gram sekali makan). Kita harus bilang, "Pak/Bu, kalau makan nasi, cukup 1 sampai satu seperempat centong aja ya, sayurnya 1 porsi kira-kira semangkok kecil."

Hm, demikianlah materi blok di semester 5. Saya menyarankan, karena waktunya cukup longgar, kalian bisa sambil mengerjakan proposal (sekitar pertengahan atau menjelang akhir blok endokrin biasanya proposal sudah harus diserahkan, jika belum selesai harus membuat surat pernyataan perpanjangan waktu proposal/extend 1 semester), JANGAN PERNAH MENGUTAMAKAN PROPOSAL DIBANDINGKAN BLOK! Karena persentase bobot blok untuk IP jauh lebih besar dibandingkan proposal.

Selain itu, banyak mahasiswa yang mendengar cerita turun-temurun dari kakak angkatannya bahwa "blok semester 5 cukup bermurah hati untuk nilai." Sayangnya, sejak angkatan kami, tampaknya hal itu tidak berlaku :( cukup banyak mahasiswa yang kena remedial ujian tulis. Untuk itu, sebisa mungkin kalian mengumpulkan nilai sebanyak-banyaknya dari ujian praktikum anatomi, histologi (meski persentasenya tidak seberapa, tapi lumayan), nilai diskusi, dan nilai kuis (khusus blok endokrin angkatan saya, pertama kalinya diberikan kuis, entah apakah masih berlaku untuk angkatan selanjutnya). Tidak ada salahnya belajar mencicil dari sejak diskusi kelompok.
Sepertinya, saya sudah terlalu banyak mengoceh untuk hari ini. Sampai bertemu di postingan berikutnya ya!

Saturday, 2 July 2016

Textbook FK semester 4

Di semester 4 ini, akan ada 3 blok yang dipelajari : Sistem Muskuloskeletal, Sistem Kardiovaskular, dan Sistem Respirasi. Kita butuh senjata andalan a.k.a textbook untuk membantu kita survive melewati 3 blok ini *amin*. Berikut list-nya.
N.B. : sebetulnya sih rekomendasi buku teks dari dosen tu banyak bangettt tapi ini buku yang mayoritas digunakan anak" angkatan saya (dan termasuk saya sendiri)

Sistem Muskuloskeletal
Buku teks yang saya bahas berikut ini hanya untuk belajar mengenai fraktur dan kelainan sendi ya (karena hanya buku itu yang saya beli atau pinjaman dari senior)

1. Apley's Textbook of Orthopaedics and Fractures
Buku ini bahasanya enak dibaca dan termasuk cukup mudah dipahami. Informasinya pun cukup lengkap. Hampir sebagian besar mahasiswa angkatan saya menggunakan buku ini. Harganya saya kurang tahu, namun ada versi ebook gratisnya. Saya pakai yang edisi 9 (meski sudah keluar edisi terbaru, namun entah sudah tersedia dalam bentuk ebook atau belum). Dan, sepanjang yang saya tahu, buku ini menggunakan bahasa Inggris.

2. Buku Ajar Ilmu Bedah Ortopedi
Untuk yang pusing dengan bahasa Inggris, mahasiswa bisa mengakalinya dengan beli buku yang bahasa Indonesia, dan ini adalah salah satunya yang cukup sering dipakai. Ciri khas buku ini adalah sampulnya yang bergambar pohon, sehingga seringkali dikatakan "itu buku yang sampulnya gambar pohon". Dan kebetulan, saya dipinjamkan buku ini dari senior saya, sehingga tidak sempat survei berapa harganya jika ingin beli. Secara keseluruhan, buku ini termasuk lumayan, meski tidak terlalu lengkap untuk patofisiologisnya, dan lebih ditekankan pada prosedur penanganannya. Salah satu kelemahan lainnya adalah adanya isi bab yang tumpang tindih, sehingga terkesan melompat-lompat. Namun, menurut saya pribadi sih, buku ini cukup membantu dalam memahami proses penanganan fraktur.

3. Buku Ajar Ilmu Bedah Wim de Jong
Buku ajar ilmu bedah ini tidak dianjurkan lagi penggunaannya (di kampus saya) karena menurut dosen yang mengajar, isi buku ini sudah tidak up-to-date lagi. Namun, saya sudah terlanjur diberikan pinjaman dari senior saya.. ya apa boleh buat. Saya tidak sempat membaca isinya *karena sudah dibilang tidak update*, namun beberapa teman yang sudah terlanjur membaca sempat mengatakan buku ini termasuk lumayan. Saya sih menganjurkan agar tidak digunakan sebagai kepustakaan dalam membuat ppt pemicu, namun tidak ada salahnya dibaca untuk menambah ilmu.

4. Sabiston Textbook of Surgery
Untuk ilmu bedah (kasus penanganan fraktur dan dislokasi berat) saya lebih prefer menggunakan buku ini. Selain ada gambar prosedurnya, isi buku ini juga lengkap. Yah, meski berbahasa Inggris sih. Karena ukurannya yang lumayan tebal dan besar, mahasiswa di kampus akhirnya memilih untuk mendownload ebooknya di internet. Lagipula, saya yakin, jika beli yang asli, harganya bisa ratusan ribu atau mungkin jutaan..hehe



Blok Kardiovaskular
1. Robbin's Pathologic Basis of Disease
Saya pertama kalinya menggunakan textbook Robbin's di blok ini, dan menurut saya pribadi, buku ini memang memberikan pembahasan yang cukup lengkap. Saya menggunakan yang versi bahasa Inggrisnya. Buku ini juga termasuk tebal dan berat, sehingga mahasiswa di kampus saya tidak ada yang membeli versi hardcopy-nya, melainkan langsung mendownload ebook atau memilih pinjam ke perpustakaan. Kalau ditaksir, mungkin harganya bisa ratusan ribu sampai jutaan. Bahasanya pun mudah dipahami dan enak dibaca karena dijelaskan seluruhnya. Namun, buku ini hanya terbatas menjelaskan mengenai patologi anatominya, bukan patofisiologi secara keseluruhan.

2. Braunwald's Heart Disease
Textbook ini khusus hanya membahas penyakit jantung (kalau Robbin's di atas, dijelaskan juga patofisiologis penyakit lainnya). Merupakan textbook yang paling sering dipakai oleh para mahasiswa kampus saya untuk mencari bahan tutorial. Saya belum pernah membaca isinya secara lengkap, namun dari beberapa bab yang sudah saya baca sih, buku ini termasuk oke. Lagi-lagi, karena ukurannya yang besar, mahasiswa lebih memilih mendownload ebooknya.

3. Nelson's Textbook of Paediatrics
Buku teks inilah yang terutama dijadikan buku pegangan oleh para dosen dari departemen kesehatan anak di kampus saya. Buku ini memang tebal, sehingga mahasiswa lebih memilih untuk membaca langsung di perpustakaan daripada membeli sendiri. Menurut saya, textbook ini memang sangat lengkap membahas penyakit pada anak, namun bahasanya memang agak susah dimengerti. Salah satu alternatif yang dilakukan para mahasiswa untuk lebih mudah memahami penyakit jantung bawaan pada anak adalah dengan meminjam buku IKA berbahasa Indonesia terbitan IDAI (kalau tidak salah).


ada 3 volume kalau tidak salah
Sistem Respirasi
1. Scott-Brown's Otorhinolaryngology
Buku wajib untuk mempelajari hidung dan tenggorokan. Memang sih bukunya tebal, namun tidak semua bab langsung dihabiskan dalam blok ini. Cukup mempelajari bagian hidung dan tenggorokan saja (tapi itu banyaknya ampun-ampunan). Buku ini seru untuk dibaca, dan bahasanya mudah dipahami. Setahu saya, ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris, entah apa sudah ada yang menerjemahkan ke bahasa Indonesia atau belum. Karena semua mahasiswa di kampus saya wajib memiliki buku ini, alternatifnya adalah meminjam ke perpustakaan, atau mendownload ebook.. atau minjam fotokopi bab yang diperlukan saja *eh*

2. Ballenger's Otorhinolaryngology
Sebagai pelengkap dari Scott-Brown's, dosen THT kami juga mewajibkan membaca Ballenger's. Cukup di bagian hidung dan tenggorokan saja. Memang bahan yang dikopikan tidak setebal kopian Scott-Brown's (lagi-lagi karena semua mahasiswa diwajibkan punya buku ini), namun ya tetap saja bahannya banyak. Memang sih lebih tipis..namun yang menjadi kelemahannya adalah format penulisan buku yang dibuat terlalu rapat. Tulisannya agak kecil, dan 1 halaman buku dibagi menjadi 3 kolom. Itu saja sih yang menjadi kekurangannya, selebihnya buku ini juga oke kok.

3. Bates' Guide to Physical Examination
Untuk mempelajari skills lab pemeriksaan fisik paru, checklistnya memang panjang, dan harus meletakkan tangan di tempat yang tepat untuk melakukan pemeriksaan yang akurat. Textbook ini diberikan dalam bentuk ebook kepada mahasiswa seangkatan, agar semua bisa belajar latihan dulu di rumah sebelum skills lab. Dengan contoh gambar, sangat membantu untuk menguasai langkah-langkah PF paru yang baik dan benar.

4. Buku Ajar Respirologi Anak
Buku ini dipilih untuk belajar mengenai penyakit paru pada anak, karena ditulis sesuai dengan kondisi kesehatan anak di Indonesia (ada bab yang khusus membahas TB paru pada anak, dimana kasus TB sangat jarang ditemukan di negara maju. Lengkap dengan algoritma penanganan dan dosis obatnya).

5. Buku Ajar Diagnostik Radiologi FKUI
Karena salah satu skills lab kami adalah membaca foto Rontgen, butuh buku teks untuk membantu mempelajarinya. Buku yang paling sering digunakan adalah buku ini. Di toko buku samping kampus, harganya kisaran 70-100 ribu. Tidak terlalu mahal, memang. Dan sangat berguna, karena ke depannya tentu kita harus mempelajari radiologi untuk keperluan diagnosis. Jika mau, bisa beli buku ini di saat blok Muskuloskeletal, karena di blok itu memang sudah ada mata kuliah radiologi, hanya saja tidak ada skills labnya.

6. Murray and Nadel's Textbook of Respiratory Medicine
Buku ini juga lumayan sering dipakai, khusus untuk menjelaskan penyakit paru. Memang cukup lengkap, sayangnya saya hanya sempat membaca sedikit di bab karsinoma paru. Menurut saya sih lumayan lengkap, namun tidak sempat membeli buku ini hehe. Dan tidak terlalu banyak mahasiswa yang membaca dari textbook ini, sehingga agak sulit untuk survei pendapatnya. Hehehe.




Banyak? Ya memang, tapi semua itu untuk menjadikan kita dokter yang lebih baik.
Ada tambahan untuk blok respirasi, sebetulnya ada 1 buku lagi yang dibeli secara sembunyi-sembunyi oleh mahasiswa, yakni Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT FKUI. Dosen kami tidak menganjurkan penggunaan buku itu, karena terlalu ringkas. Namun, buku yang ringkas semacam ini memang sangat berguna, terutama saat belajar malam menjelang ujian. Jika memang ingin membeli, silakan. Karena saya sendiri juga termasuk mahasiswa bandel yang beli buku ini, harganya di samping kampus saya Rp35.000, sedangkan aslinya sekitar Rp70.000,-
Selebihnya, di tiap blok pasti menggunakan buku seperti biasanya : Katzung untuk Farmakologi, Sherwood untuk fisiologi, Harper untuk Biokimia.



Dan, mohon maaf, di postingan kali ini tidak banyak harga buku yang biasa saya paparkan di postingan serupa sebelumnya. Ini dikarenakan kampus kami memiliki fasilitas internet terbaru untuk mendownload jurnal dan ebook asli secara legal ^^ sehingga jika memang bisa dicari ebooknya, mahasiswa cenderung lebih memilih dalam bentuk ebook.

Well. that's all about the textbook. I hope this information will be useful ^^