Friday, 1 September 2017

Textbook Para Pejuang FK Semester 5

Melanjutkan postingan saya sebelumnya mengenai blok di semester 5, kali ini saya akan sharing mengenai textbook yang digunakan untuk blok ini. Kalian tidak harus membeli semua yang tertulis di sini, pinjam di perpus dan numpang fotokopi bisa kok ^^



Image result for anatomi moore
Moore Anatomi
Buku ilmu dasar tetap digunakan. Histologi menggunakan Gartner atau Junqueiras, dan fisiologi Sherwood. Biokimia saya tetap menggunakan Harper, gizi dengan Krause, dan penyakit bisa menggunakan IPD, Parasitologi UI, dan Nelson's Pediatrics.

Blok Gastrointestinal

1. Moore - Clinically Oriented Anatomy
Saya menggunakan Moore untuk belajar mengenai soal-soal teori anatomi di ujian tulis, meskipun untuk praktikum, tetap menggunakan Netter dan Sobotta. Tidak banyak yang bisa saya paparkan mengenai buku ini, karena isinya ya..anatomi dalam implikasi klinis. Saya tidak membeli buku ini, dan mahasiswa angkatan saya juga lebih memilih fotokopi bab yang diperlukan saja. Bisa didapat di perpustakaan.



2. Gastroenterologi dan Hepatologi Anak
Image result for gastroenterologi dan hepatologi anak
gastro-entero-hepatologi anak
Buku merah hardcover ini cukup lengkap, isinya merupakan gabungan topik penyakit saluran cerna dan liver. Bahasanya mudah dimengerti dan penjelasannya lengkap. Karena jumlahnya yang cukup banyak di perpustakaan, maka saya lebih memilih untuk meminjamnya. Begitu pula kawan-kawan lain lebih memilih fotokopi. *ya, semakin tinggi semesternya, semakin pusing bahannya, semakin mahal alat kkd, semakin cekak kantong mahasiswa, semakin banyak yang beralih ke fotokopian alih-alih beli textbook langsung (bahkan yang bajakan sekalipun!)* Lagipula, tidak semua materi yang tercantum dalam buku tersebut termasuk dalam kompetensi wajib dokter umum, beberapa di antaranya cenderung ke ranah spesialis.

Image result for anatomi abdomen widjaja


Blok Hepatobilier
1. Anatomi Abdomen - Widjaja
Buku anatomi ini benar-benar membahas hanya bagian abdomen. Cukup lengkap untuk membantu belajar teori anatomi, di samping menggunakan Moore. Saya mendapatkan buku ini limpahan dari kakak kelas. Saya kira mungkin harga buku aslinya sekitar 60-70 ribuan, mengingat buku ini tidak terlalu tebal.

2. Sabiston Textbook of Surgery
Image result for sabiston textbook of surgeryBeberapa penyakit ada yang harus ditangani dengan bedah... dan rujukan yang saya gunakan adalah buku ini. Sebetulnya kalau mau rajin sih bisa mulai cari bukunya sejak masuk blok Gastro. Menurut saya, buku ini tidak wajib beli. Toh kita sebagai dokter umum tidak diizinkan melakukan pembedahan, kecuali kalian ada yang berminat menjalani spesialisasi bedah nantinya. Bukunya cukup lengkap dan banyak ilustrasinya yang menerangkan bagaimana prosedur bedah tsb dilaksanakan, jadinya tidak membuat bingung.


Image result for endokrinologi anak

Blok Sistem Endokrin dan Metabolisme
1. Buku Ajar Endokrinologi Anak IDAI
Ada beberapa penyakit endokrin (kelainan hormon) yang diderita bahkan sejak masih anak-anak, ambil saja contohnya diabetes melitus tipe 1. Buku Endokrinologi Anak ini yang jadi bahan bacaan saya untuk kasus-kasus tersebut. Lengkap disertai patofisiologi dan penatalaksanaannya. Sayangnya, karena waktu itu kehabisan buku ini di penjual langganan, jadilah saya terpaksa pinjam dari perpustakaan. Sehingga.. aku ga tau harga buku ini berapa :')

2. PERKENI Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2015
Image result for perkeniIni WAJIB PUNYA, Saudara-saudara! Yep, karena buku ini yang jadi pedoman utama penatalaksanaan DM, sekaligus juga bahan acuan untuk ujian Skills Lab Edukasi Pasien DM. Bukunya tipis, cuma entah kenapa saya ga pernah lihat ada yang jual bukunya (asli maupun bajakan) di sekitar kampus. Tenang saja, biasanya perpustakaan menyediakan guidelines semacam ini dengan jumlah berlimpah. Kalau masih kehabisan, biasanya ada yang berbaik hati fotokopi untuk seangkatan. Kalau ditaksir bahkan harganya gak sampai 20 ribu. Bukunya lengkap banget, di situ dijelaskan jenis makanan, olahraga, bahkan sampai dosis obat untuk pasien DMnya, juga pertanyaan-pertanyaan yang biasa ditanyakan pasien DM, contohnya "Dok, kalau saya sakit gula begini, apa saya masih boleh puasa ya? Terus gimana cara puasa yang baik untuk saya?"
P.S. buku kayak begini biasanya sih hampir tiap tahun keluar edisi baru dg info terupdate. Saran aku sih belinya nanti saja setelah masuk blok dan dosen yang bersangkutan sudah kasih info maunya pakai buku yang mana, daripada mubazir keburu beli ternyata ga boleh dipakai lagi :(


Hm, itu saja sih buku yang kalian perlukan untuk di semester 5 ini, semangat belajar ya adik-adikku, semoga lulus semuanya!

Tuesday, 1 August 2017

Working Your Way On Through 5th Semester

Setelah inaktif berbulan-bulan, well..akhirnya hari ini bisa curi-curi waktu update blog yang terbengkalai selama setahun ini ^^  Topik yang akan kubahas kali ini adalah kegiatan perkuliahan di semester 5 FK.
Congratulations untuk kalian semua yang berhasil survive sampai sejauh ini, karena berjuang untuk mencapai titik ini tidaklah mudah.. dan *sedihnya* masih banyak kejutan blok menanti di depan kalian!

1. Blok Gastrointestinal
Image result for meme sakit maag
sakit mag pertama kali di FK, anyone?
Blok pertama kalian di semester 5 adalah tentang sistem pencernaan. Bila dilihat selintas, tampaknya jadwal blok ini cukup longgar ya..tidak sepadat blok-blok sebelumnya di semester 3 dan 4. Namun, hendaknya jangan terlena, karena kalian sudah mulai berurusan dengan proposal skripsi XD
Untungnya, pelajaran di blok ini terasa sedikit lebih mudah, karena penyakit GI tract cukup umum ditemukan dalam keseharian, dan saya rasa, hampir semua anak FK setidaknya pernah mengalami gangguan saluran cerna sekali selama berkuliah (?)

Materi yang dipelajari tentunya adalah ilmu dasar (anatomi, fisiologi, histologi), PA, farmakologi, IKA, dan gizi. Di blok ini, kita belajar mengenai penyakit pencernaan dari yang paling simpel (sariawan, sakit mag), hingga yang advanced seperti hernia, infeksi cacing, hemoroid (wasir), dan autoimun. Obatnya juga menurut saya termasuk simpel jika dibandingkan materi farmakologi di blok lainnya. Oh ya, blok ini terbilang cukup unik, karena dalam pleno, kita menggunakan bahasa Inggris! Namun, untuk sesi narasumber dan perkuliahan tetap diberikan dalam bahasa Indonesia.
Skills lab yang diujikan ada 3 macam: pemeriksaan fisik abdomen selama 12 menit dan rectal touche (colok dubur) selama 7 menit. PF abdomen akan dilakukan berpasangan dengan teman (sudah ditentukan dosen) dan RT menggunakan manekin.
Saya sarankan untuk berlatih skills lab, karena berdasarkan pengalaman, angkatan saya banyak yang remedial pemeriksaan fisik. Selain itu, *peringatan yang tak hentinya disiarkan oleh para dosen terus menerus* adalah jangan saling menyabotase selama ujian...dan JANGAN sekali-kali main kode dengan pasangannya, karena dapat berakhir dengan pengurangan poin atau remedial.

2. Blok Hepatobilier
Blok berikutnya setelah GI tract adalah Hepatobilier. Sesuai namanya, di blok ini kita belajar mengenai liver, empedu, dan pankreas. Lagi-lagi, berbahagialah kalian, karena jadwal blok ini juga lumayan longgar, sehingga bisa untuk curi-curi waktu mengerjakan proposal skripsi
Image result for meme hepatitis
karena nilai B sudah terlalu mainstream (?)
Blok ini, menurut saya, sedikit lebih njelimet dibandingkan GI tract, karena blok ini lumayan membahas biokimia. Seperti yang kita tahu, liver termasuk organ yang bekerja menetralisir berbagai macam obat, bahan kimia, dan bilirubin. Ilmu dasar masih terpakai di sini. Penyakit yang dibahas berkisar antara batu empedu, pankreatitis, hepatitis, perlemakan hati, infeksi mikroba, dan bayi kuning. Skills labnya merupakan kelanjutan dari skills yang belum sempat diujikan selama blok GI tract, yaitu pemasangan pipa nasogastrik (12 menit, kalau tidak salah), pemasangan kantong kolostomi, dan enema (7 menit).
Keunikan di blok ini adalah kasus ujian skills lab yang 'pelit kalimat'. Seperti biasa, kalian duduk di depan ruangan, dan di pintunya tertempel selembar kertas. Isi kertasnya adalah
"Seorang ibu X usia 30 tahun dibawa ke UGD oleh kakaknya karena pingsan dengan mulut berbusa. Lakukan tindakan yang tepat untuk pasien!"
Bel berbunyi, dan kita akan berhadapan dengan si penguji, yang berperan sebagai kakak si ibu X tadi. Nah, silakan interogasi sang 'Kakak'. Sialnya, kita tak bisa sembarangan menginterogasi sang penguji. Harus tajam dan terarah untuk menentukan apa diagnosis penyakitnya dan apa tindakan untuk menyelamatkan si ibu X. Untuk itulah, di blok ini, pertama kalinya kalian akan diajari cara anamnesis yang baik dan benar!

3. Blok Endokrin
Image result for diabetes mellitus
alat cek gula darah
Selamat, sebentar lagi liburan! Ini adalah blok terakhir di semester 5. Blok endokrin mempelajari tentang hormon...sehingga..yah, lumayan sering bertemu dengan biokimia XD Namun sebetulnya, bahannya tidak sebanyak itu, karena sebagian hormon sudah kita pelajari di blok GI tract dan Hepatobilier, sehingga di sini kita hanya mempelajari hormon lainnya yang belum sempat terbahas (adrenalin, tiroid). Penyakit yang dipelajari juga berkisar tentang kelainan hormon (insufisiensi adrenal, hipertiroid, hipotiroid, obesitas dan DM)
Image result for pen insulin
insulin pen
Skills lab yang diajarkan di blok ini juga cukup mudah, yakni pengukuran glukosa darah (pakai strip cek gula darah yang sering dijual di toko alat kesehatan), penyuntikan insulin untuk pasien DM, pemeriksaan kelenjar tiroid, dan edukasi DM. Namun, tetap saja harus belajar betul-betul, terutama untuk edukasi DM.

Meski kelihatannya edukasi DM itu hal gampang (selama 12 menit cuma ngoceh tanpa mengerjakan apapun), kita harus menjelaskan tentang diabetes sejelas mungkin dan selengkap-lengkapnya pada pasien. Kita harus jelaskan apa itu diabetes, apa sebabnya, gejalanya, pemeriksaan yang dilakukan, jenis obatnya, komplikasi jika tidak diobati, sampai ke jenis olahraga dan porsi makanan! Kita tidak diizinkan menggunakan bahasa kedokteran. Semuanya harus dijelaskan dalam bahasa sehari-hari (anggaplah penguji sebagai orang awam yang tidak tahu apa-apa mengenai diabetes), dan penggunaan takaran untuk porsi makanan pun sebaiknya tidak dalam gram (seperti misalkan di buku, karbohidrat untuk pasien DM dibatasi hanya 60gram sekali makan). Kita harus bilang, "Pak/Bu, kalau makan nasi, cukup 1 sampai satu seperempat centong aja ya, sayurnya 1 porsi kira-kira semangkok kecil."

Hm, demikianlah materi blok di semester 5. Saya menyarankan, karena waktunya cukup longgar, kalian bisa sambil mengerjakan proposal (sekitar pertengahan atau menjelang akhir blok endokrin biasanya proposal sudah harus diserahkan, jika belum selesai harus membuat surat pernyataan perpanjangan waktu proposal/extend 1 semester), JANGAN PERNAH MENGUTAMAKAN PROPOSAL DIBANDINGKAN BLOK! Karena persentase bobot blok untuk IP jauh lebih besar dibandingkan proposal.

Selain itu, banyak mahasiswa yang mendengar cerita turun-temurun dari kakak angkatannya bahwa "blok semester 5 cukup bermurah hati untuk nilai." Sayangnya, sejak angkatan kami, tampaknya hal itu tidak berlaku :( cukup banyak mahasiswa yang kena remedial ujian tulis. Untuk itu, sebisa mungkin kalian mengumpulkan nilai sebanyak-banyaknya dari ujian praktikum anatomi, histologi (meski persentasenya tidak seberapa, tapi lumayan), nilai diskusi, dan nilai kuis (khusus blok endokrin angkatan saya, pertama kalinya diberikan kuis, entah apakah masih berlaku untuk angkatan selanjutnya). Tidak ada salahnya belajar mencicil dari sejak diskusi kelompok.
Sepertinya, saya sudah terlalu banyak mengoceh untuk hari ini. Sampai bertemu di postingan berikutnya ya!